Rabu, 24 Agustus 2011

Applied Multitemporal Satelite Image for Mangrove Conservation


INTEGRASI PENGINDERAAN JAUH MULTITEMPORAL DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENYUSUNAN ZONASI ARAHAN KONSERVASI MANGROVE PESISIR SIDOARJO
Rajif Iryadi, S.Si.1, Prof. Dr. Hartono, DEA., DESS.2
Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi,  UGM, Yogyakarta – 55281
Intisari
Integrasi penginderaan jauh multitemporal dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kajian tutupan mangrove bertujuan untuk: mengetahui kemampuan citra multitemporal (Landsat MSS, ASTER VNIR, dan ALOS AVNIR-2) untuk klasifikasi penutup/ penggunaan lahan, mengkaji perubahan tutupan lahan mangrove tahun 1972, 2006 dan 2008, menentukan lahan potensial mangrove, dan zonasi arahan konservasi mangrove.
Penelitian dilakukan di pesisir Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan adalah citra digital penginderaan jauh multitemporal yaitu: Landsat MSS tahun 1972, ASTER tahun 2006 dan ALOS tahun 2008. Metode yang digunakan adalah pengolahan citra digital, pengolahan data dengan SIG dan pengukuran lapangan. Pengolahan citra satelit dilakukan dengan interpretasi visual dan digital untuk menurunkan variabel lahan potensial. Pengolahan data dengan SIG untuk melakukan analisis data atribut dan tumpang susun peta-peta untuk menyusun zonasi arahan konservasi mangrove. Pengukuran lapangan titik sampel dengan metode purposive sampling. Zonasi arahan konservasi mangrove menggunakan pendekatan lahan potensial, kerusakan mangrove serta rencana tata ruang kawasan Kabupaten Sidoarjo.
Hasil penelitian menunjukkan akurasi pemetaan penutup/ penggunaan lahan citra multitemporal (Landsat MSS, ASTER VNIR, dan ALOS AVNIR-2) yaitu: 81,41%, 87,90%, dan 87,84 %. Kondisi tutupan mangrove hasil klasifikasi multispektral tahun 1972 tercatat 24,63% , tahun 2006 menjadi 7,52 % dan tahun 2008 sekitar 6,66%. Berdasarkan variabel lahan potensial  mangrove yaitu: bentukalahan, lereng, tekstur tanah, salinitas, fluktuasi pasang surut, penggenangan, dan penutup/ penggunaan lahan, diperoleh informasi luasan lahan potensial mangrove 5.941,3 ha dan lahan sangat potensial 402,33 ha. Hasil arahan konservasi mangrove pesisir Sidoarjo melingkup tujuh kecamatan: Bangil, Buduran, Candi, Jabon, Sedati, Sidoarjo, dan Waru. Zonasi arahan konservasi berupa: zona mangrove tak terganggu (84,45 ha), zona kawasan lindung bermangrove (384,57 ha), zona kawasan lindung peningkatan rehabilitasi mangrove (1.099,41 ha) dan  zona pengembangan silvofishery (4.737,78 ha).
Kata kunci: multitemporal, mangrove,  zonasi,  konservasi, pesisir.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar