Kamis, 29 September 2011

Analisis raster more efective to overlay much spatial data

Sering kali permasalahan dalam pembuatan peta (mapping) khususnya untuk penyusunan peta tematik seperti peta penentuan lokasi optimum (site selection) ataupun pemetaan hazard (bencana) memerlukan banyak sekali parameter (variabel) untuk ditampilkan dalam suatu bentuk gambar berkoordinat dengan skala dan sistem proyeksi tertentu. Data spatial yang sering digunakan adalah data raster, vektor, dan data DEM/TIN (setengah raster dan setengah vektor). Analisis penyusunan peta tematik ini tersusun atas banyak sekali layer dimana akan memerlukan banyak aturan maupun space dalam menentukan hasil akhir dalam penentuan hasil akhir yang ditampilkan dalam peta tematik. Permasalahan banyak teknisi GIS sangat terpaku pada data vektor, namun data vektor banyak aturan dalam pemakainnya, lain halnya dengan analisis raster dimana penentuan analisis GIS berdasarkan nilai z yang ada pada baris (X) dan kolomnya (Y). Analisis raster ini hasilnya dianggap jauh lebih mendekati real world. 

Sharing-sharing untuk permasalahan ini bisa langsung dilakukan karena ini juga tergantung mana metode yang akan digunakan.